Tampilkan postingan dengan label Hukum-hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum-hukum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juli 2018

Bagai-bagai Pujian

Pujian Ada 3 : 1. Pujian yg boleh, yaitu pujian yg sebenarnya, apa-adanya, tdk berlebihan seperti anda memuji Zaid bahwa dia baik dan memang dia baik. boleh berlebihan tpi semua pendengar tahu dan faham dgn kenyataan seperti sabda Nabi Saw: Faroidl Nisful-ilmi. 2. Pujian yg perlu tambahan seperti memuji org tpi anda tdk kenal betul, maka anda boleh memuji dgn ucapan : Dalam dugaanku Zaid org baik, sabda Nabi Saw : فإن كان منكم مادحا أخاه لا محالة فليقل أحسب فلانا كذا 3. Haram memuji, yaitu yg berlebihan atau membuat org salah faham seperti memuji perempuan : bahwa ia baik padahal tdk, kpd calon mempelai. seperti pujian kpd seseorang: bahwa ia alim wali lebih hebat dari fulan krn fulan itu bodoh, maka kata2 yg terakhir itu yg berlebihan, memuji tpi menghina org lain sabda Nabi Saw: لا تطروني على يونس بن متى أو كما قال

Selasa, 29 Agustus 2017

Kalo Mati Lunas

Pertanyaan: Kalo mati maka kreditan lunas, apa hukum akad tsb? Jawaban: 1. Jika dalam satu akad, contoh ia membeli mobil kredit, dalam akad tsb jika ia mati maka hutang lunas, maka ini tidak ada masalah, krna akad beli kredit sah dan ta'liq lunas adalah hadiah (hatthu addain) 2. jika akad tsb syariah, maka taliq tsb juga boleh, krna hal tsb merupakan kebaikan dari pihak pembiayaan. 3. jika akad adalah ribawi,maka kewajiban dari awal adalah mengembalikan hutang kpd pembiayaan sesuai hutang tidak lebih, dan hukum taliq lunas hutang menjadi sia sia (tdk berlaku). wallooooooohu alam.

Kamis, 01 Juni 2017

Masjid Dan Jumatan di Hotel

Di sebagian Perusahaan, terdapat masjid yg mereka bangun untuk pekerja perusahaan tsb, padahal disana ada masjid yg dekat, apa hukum solat jumat di masjid tsb? jika yg dipermasalahkan adalah bilangan 40, maka sebagian ulama berpendapat cukup bertiga. jika yg dipermasalahkan mereka bukan mustawtin, maka hanya kebanyakan ulama yg mensyarat mustawtyn. jika yg dipermasalahkan berbilang solat jumat, maka sebagian ulama memperbolehkan selama disana terdapat jamaah dan dua tempat jumat tidk bersebelahan. maka kesimpulannya, solat jumat di masjid perusahaan atau perhotelan sah menurutsebagian ulama, apalagi kalau kita memandang bahwa tolak ukur penuh masjid itu dgn semua manusia yg ada di kampung termasuk perempuan, maka hampir semua masjid tidak menampung, maka sah taaddut jumat di satu kampung krna hajat. Wallohu alam...

Rabu, 31 Mei 2017

Harta Dagangan Habis

Apa maksud Ibaroh : " ولو رد إلى النقد الذي يقوم به ثم اشترى به سلعة انقطع الحول وابتدئ من ذلك الشراء" sebagaimana dalam kitab Minhaj Karya Imam Nawawi? Jawab: Yg dimaksud adalah Seorang Pedagang telah menjual semua dagangannya dgn cash (telah menjadi uang yg akan menjadi nilai ketika akhir haul) maka haul yg dulu terputus, maka jika membeli kembali akan harta dagangan (yg dulu atau yg baru) maka dari sinilah dimulai kembali haul tsb. adapun jika tdk ditukar semuanya (harta dagangan dulu masih tersisa) maka haul yg dulu masih dilanjutkan, atau ia menukar harta semua dagangannya dgn bukan uang yg akan menjadi nilai pada akhir haul, maka haul yg dulu masih dilanjutkn... Wallohu alam

Senin, 09 Januari 2017

Musafir Yang Punya Beberapa Rumah

Deskripsi: Udin punya tempat tinggal di Amuntai dan ia berdagang disana, disanalah ia berdomilisi, kadang-kadang tidak sampai seminggu ia berangkat ke Martapura untuk mengambil barang dagangan yang akan dijual di Amuntai. ia juga punya rumah di Martapura, ia kadang-kadang bermalam dirumah Martapura beberapa malam, tpi tidak lebih dari 3 malam. Pertanyaan: bolehkah ia mengqosor selama di Martapura? Jawab: jika ia yakin bahwa ia hanya menetap di Martapura tidak lebih dari 3 malam, maka ia boleh mengqosor menjamak solatnya, bahkan jika hajatnya belum pasti, kadang selesai 1 hari 2 hari 3, 4 atau lebih maka ia boleh mengqosor dan menjamak selama 18 hari, tapi jika yakin bahwa hajatnya tidak selesai kecuali lebih empat hari, maka semenjak masuk Martapura ia tidak boleh mengqosor lagi, wallahualam

Senin, 03 Oktober 2016

Solat Sunnah Ketika Punya Kewajiban Qodlo

Salah satu kitab yg sering disebut-sebut ulama adalah Qowaid karangan Al-Imam Muhammad Az-Zarkasyi, Penyusun Fathul-Muin Al-Malaybari dan Muhsyinya Syatho mendedikasikan kitab tersebut untuk para pembaca Fathul-Muin dgn seringkali menyebut Az-Zarkasyi dalam kitab tersebut,,, Az-Zarkasyi berpendapat Solat Sunnah batal jika punya Qodloan Fardu sama halnya dengan Solat sunnah mutlaq sesudah solat Subuh.

Jumat, 19 Februari 2016

Tawkilul-wakil (wakil mewakilkan lagi)

Pertanyaan BBM : Ulama yg menjadi wakil untuk meniatkan korban sapi idul adha, mewakilkan kembali kepada penyembelih sapi tsb, bolehkah?... اللهم هداية للصواب Boleh dgn syarat tidak ada larangan dari Orang-Orang yg berkorban. Dan disyaratkan kepada ulama tersebut untuk mewakilkan niat kepada penyembelih. karena dari awal si Muwakkil (org yg berkorban) minta niatkan kpd ulama tsb, maka atas ulama tsb mewakilkan sesuai ucapan muwakkil. Adapan syarat memiliki hak tasharruf, maksudnya hanya hak mengelola, bukan lah maksudnya memiliki sapi tsb, seperti kasus ini ulama memang bukan pemilik sapi, tapi ia punya hak mengelola setelah menjadi wakil. pengelola harta anak yatim boleh mewakilkan harta tsb kpd Orang lain padahal ia bukan pemilik.

Kamis, 11 Februari 2016

Makan cacing

Apa Hukum makan cacing atau semut Jepang untuk berobat? Jawaban : Ya Alloh beri kami hidayah dan taufiq, ,, hukum memakan binatang yang keji seperti cacing dan semut tidak boleh. Tapi diperbolehkan jika darurat atau hajat, seperti sudah mencoba jalan lain, tapi tidak mempan.

Senin, 01 Februari 2016

Anak Zina Wali Nikah

Pertanyaan WA : Anak hasil zina apa boleh jadi wali nikah saudarinya? Jawaban : Ya Alloh beri kami hidayah: statusnya bagi saudarinya adalah saudara seibu, maka dengan demikian ia tidak berhak menjadi wali nikah, dan ia tidak mungkin menjadi saudara sepupu (ibnu ammin), krna ia tidak punya ayah...

Rabu, 01 Februari 2012

Akad Syarikah 8

Bolehkah pengelola berhutang lebih dari modal yang ada ? dan bolehkan pengelola meminjamkan modal (menghutangi) seperti bon di waserda ?

Berhutang tidak boleh madzhab Syafi’iyah, dan boleh menurut madzhab Hanabilah dgn izin investor.

قال أحمد في رواية صالح فيمن استدان من المال بوجهه ألفاً : فهو له وربحه له ووضيعته عليه، ومعناه أن يختص بنفعه وضره ؛ لكونه لم يقع للشركة إلا أن يأذن شريكه، فإنه يجوز كبقية أفعال التجارة المأذون فيها. انظر "تكملة المجموع" (14/25).

Bon diperbolehkan dengan izin investor

ولا أن يبيع بدون ثمن المثل ولا بثمن مؤجل ولا بغير نقد البلد إلا أن يأذن له شريكه لأن كل واحد منهما وكيل للآخر في نصفه فلا يملك إلا ما يملك كالوكيل. انظر "المهذب في فقه الإمام الشافعي" ( ).

Akad Syarikah 7

7. Apakah boleh memberikan bagian kepada PPD, padahal ia bukan investor ? dan bolehkah pengelola meminta persen yang lebih dari hartanya ?
Tidak boleh jika mensyaratkannya, kecuali dengan jalan hibah dan rido semua anggota.

ويشترط اختصاصهما بالربح واشتراكهما فيه. انظر "منهاج الطالبين وعمدة المفتين". ( ).

Jawaban kedua juga tidak boleh, kecuali menurut pendapat Muqobil Ashoh

وذكر بعض العلماء : أنه لا يجوز أن يخصص للعامل من الشركاء نسبة مئوية من المبيعات أو الربح أجرة عمله ؛ لأنه مقدار غير معروف، ومقابل الأصح جوازه، وبعض المذاهب الأخرى كذلك، وعليه العمل. انظر "شرح الياقوت النفيس" (413).
قال الرافعي في متن الوجيز : ( ولو شرط ربح لمن اختص بمزيد عمل.. ففي صحة هذا الشرط خلاف ) وفي شرحه : ذكر الإمام الرافعي : أن الأصح المنع، ومقابله : يصح، وتكون الزيادة مقابل العمل، ويتركب العقد من الشركة والقراض، ويلاحظ هنا : أن العامل لا يلحقه شيء من الخسارة بسبب عمله في القراض. انظر "تعليق شرح الياقوت النفيس" (413).

Akad Syarikah 6

6. Bagaimana Zakat usaha tsb ?
Dengan mengumpulkan modal, sisa barang dan laba, kemudian menilainya dgn uang dan mengeluarkan zakatnya 2 ½ %. Dan tidak dimasukan barang yang beku dan tidak diperjual belikan seperti lemari di waserda, bangunan toko, dsb.

ويضم الربح، إلى الأصل في الحول إن لم ينض لا إن نض في الأظهر، والأصح أن ولد العرض وثمره مال تجارة وأن حوله حول الأصل، وواجبها ربع عشر القيمة.
فإن ملك بنقد قوم به إن ملك بنصاب، وكذا دونه في الأصح، أو بعرض فبغالب نقد البلد، فإن غلب نقدان وبلغ بأحدهما نصابا قوم به، فإن بلغ بهما قوم بالأنفع للفقراء، وقيل يتخير المالك.
وإن ملك بنقد وعرض قوم ما قابل النقد به والباقي بالغالب. انظر "منهاج الطالبين وعمدة المفتين" ( ).
العروض الثابتة لا تزكى
والمعتبر في رأس مال التجارة الذي يجب تزكيته: هو المال السائل، أو رأس المال المتداول، أما المباني والأثاث الثابت للمحلات التجارية ونحوه مما لا يُباع ولا يحرك: فلا يُحتسب عند التقويم، ولا تُخْرَج عنه الزكاة، فقد ذكر الفقهاء: أن المراد بعرض التجارة هو ما يُعد للبيع والشراء لأجل الربح (مطالب أولي النهى: 2/96) بدليل حديث سمرة الذي ذكرناه في أول هذا الفصل: "كان صلى الله عليه وسلم يأمرنا أن نخرج الصدقة مما نعده للبيع".
ولهذا قالوا: لا تقوَّم الأواني التي توضع فيها سلع التجارة ولا الأقفاص والموازين، ولا الآلات، كالمنوال، والمنشار، والقدوم، والمحراث، ولا دولاب العمل اللازم للتجارة؛ لبقاء عينها فأشبهت عروض القنية (المصدر نفسه وانظر فتح القدير: 1/527، وبلغة السالك: 1/235، وشرح الأزهار:1/479-480) أي الممتلكات الشخصية التي لا تُعد للنماء. انظر "فقه الزكاة" للقرضاوي. ( ).

Akad Syarikah 5

5. Pengelola mengupah pekerja, seperti penjaga dan penjual buku-buku, pertanyaannya dari uang siapa ia menggajih ?

Diambil dari modal atau laba, karena pekerjaan tsb tidak mungkin dikerjakan oleh pengelola sendirian.

وعليه فعل ما يعتاد كطي الثوب ووزن الخفيف كذهب ومسك لا الأمتعة الثقيلة، ونحوه، وما لا يلزمه له الاستئجار عليه. انظر "منهاج الطالبين وعمدة المفتين" ( ).

Akad Syarikah 4

4. Bagaimana cara dan hukum bergabung seseorang ke dalam syarikah tsb ? dan bagaimana jika mati pemilik saham ? dan apakah boleh mengurangi bagian investor, karena memandang ia baru masuk dan modal bertambah ?

Untuk masuk sebagai investor, boleh bagi pengelola mensyaratkan menyerahkan modal yang telah ditentukan oleh pengelola.

( المسألة الثانية ) ما أفادها قوله { والمسلمون على شروطهم } أي ثابتون عليها واقفون عندها، وفي تعديته بعلى ووصفهم بالإسلام أو الإيمان دلالة على علو مرتبتهم، وأنهم لا يخلون بشروطهم، وفيه دلالة على لزوم الشرط إذا شرطه المسلم إلا ما استثناه في الحديث. انظر "سبل السلام" ( ).

Adapun mati sebagian pemilik saham
jika mati ia, maka terfasakh pada haknya.
Dan boleh bagi ahli waris yang balig ber’akal untuk memilih antara membatalkan dan memulai ulang.
Dan wajib bagi wali dari waris yang belum balig atau tidak ber’akal memilih yang maslahat terhadap waris tsb.
Dan jika terdapat hutang atau wasiyat atas mayit, maka wajib dituntaskan terlebih dahulu.

( وتنفسخ بموت أحدهما وبجنونه وبإغمائه ) كالوكالة، ولا ينتقل الحكم في الثالثة عن المغمى عليه ؛ لأنه لا يولى عليه، فإذا أفاق تخير بين القسمة واستئناف الشركة ولو بلفظ التقرير إن كان المال عرضا، واستثني في البحر إغماء لا يسقط به فرض الصلاة فلا فسخ به ؛ لأنه خفيف قاله ابن الرفعة، وظاهر كلامهم خلافه، وعلى ولي الوارث غير الرشيد في الأولى والمجنون في الثانية : استئنافها لهما ولو بلفظ التقرير عند الغبطة فيها بخلاف ما إذا انتفت الغبطة فعليه القسمة.
أما إذا كان الوارث رشيدا فيتخير بين القسمة واستئناف الشركة إن لم يكن على الميت دين ولا وصية وإلا فليس له ولا لولي غير الرشيد استئنافها إلا بعد قضاء دين أو وصية لغير معين كالفقراء ؛ لأن المال حينئذ كالمرهون ، والشركة في المرهون باطلة ، فإن كانت الوصية لمعين فهو كأحد الورثة فيفصل فيه بين كونه رشيدا أو غير رشيد. انظر "مغني المحتاج إلى معرفة ألفاظ المنهاج" ( ).

Tidak boleh mengurangi bagian investor yang tidak sesuai dgn sahamnya

فصل : ولا يصح من الشركة إلا شركة العنان ولا يصح ذلك إلا أن يكون مال أحدهما من جنس مال الآخر وعلى صفته فإن كان مال أحدهما دنانير والآخر دراهم أو مال أحدهما صحاحا والآخر قراضة أو مال أحدهما من سكة ومال الآخر من سكة أخرى لم تصح الشركة لأنهما مالان لا يختلطان فلم تصح الشركة عليهما كالعروض فإن كان مال أحدهما عشرة دنانير ومال الآخر مائة درهم وابتاعا بها شيئا وربحا قسم الربح بينهما على قدر المالين فإن كان نقد البلد أحدهما قوم به الآخر فإن استوت قيمتاهما استويا في الربح وإن اختلفت قيمتاهما تفاضلا في الربح على قدر مالهما. انظر "المهذب في فقه الإمام الشافعي" ( ).
فصل : ويقسم الربح والخسران على قدر المالين لأن الربح نماء مالهما والخسران نقصان مالهما فكانا على قدر المالين فإن شرطا التفاضل في الربح والخسران مع تساوي المالين أو التساوي في الربح والخسران مع تفاضل المالين لم يصح العقد لأنه شرط ينافي مقتضى الشركة فلم يصح كما لو شرط أن يكون الربح لأحدهما فإن تصرفا مع هذا الشرط صح التصرف لأن الشرط لا يسقط الإذن فنفذ التصرف فإن ربحا أو خسرا جعل بينهما على قدر المالين ويرجع كل واحد منهما بأجرة عمله في نصيب شريكه لأنه إنما عمل ليسلم له ما شرط وإذا لم يسلم رجع بأجرة عمله. انظر "المهذب في فقه الإمام الشافعي" ( ).

Akad Syarikah 3

3. Apakah hukum pengelola bermu’amalah dgn pemilik saham dan hukum mu’amalah pekerja dari pengelola dgn pemilik saham ?
Tidak sah, karena Syarikah disini kami hukumkan dgn “Syarikah Qirodh” dan dalam qirodh tidak sah yang demikian.

( ولا يعامل المالك ) بمال القراض أي لا يبيعه إياه ؛ لأنه يؤدي إلى بيع ماله بماله. انظر "تحفة المحتاج في شرح المنهاج" ().


Dan sah menurut pendapat Imam Malik.
قال السيد محمد الشاطري في تعليقه على شرحه للياقوت النفيس (450) لكن الإمام مالك قال : بالجواز، فقد قال في "الموطأ" (ولا بأس أن يشتري رب المال ممن قارضه بعض ما يشتري من السلع إذا كان ذلك صحيحاً على غير شرط).

Akad Syarikah 2

2. Apakah hukum menjual barang yang terdapat aib, seperti menjual buku-buku yang salah sebagian cetakannya ?
Sah dan Boleh, dan bagi pembeli boleh mengembalikan jika ia tidak mengetahui aib tsb atau ia mensyaratkan bebas dari aib. Tapi jika sang pembeli mengetahuinya, maka tidak boleh mengembalikan.

يفهم من قول النووي : "وإذا وكله في شراء لا يشتري معيباً، فإن اشتراه في الذمة وهو يساوي مع العيب ما اشتراه به وقع عن الموكل إن جهل العيب، وإن علمه فلا في الأصح، وإن لم يساوه لم يقع عنه إن علمه، وإن جهله وقع في الأصح، وإذا وقع للموكل فلكل من الوكيل والموكل الرد. انظر "منهاج الطالبين" ( ).
فصل : ولا يتجر إلا على النظر والاحتياط فلا يبيع بدون ثمن المثل ولا بثمن مؤجل ؛ لأنه وكيل فلا يتصرف إلا على النظر والاحتياط، وإن اشترى معيبا رأى شرائه جاز ؛ لأن المقصود طلب الحظ، وقد يكون الربح في المعيب، وإن اشترى شيئاً على أنه سليم فوجده معيباً جاز له الرد ؛ لأنه فوض إليه النظر والاجتهاد فله الرد. انظر "المهذب في فقه الإمام الشافعي" ( ).

Akad Syarikah

1. Bagaimana shigoh akad Syarikah ?

Shigoh akad Syarikah adalah : lafal yang menunjukkan atas izin untuk mengelola harta yang dicampur, seperti “kita gabung modal kita bersama senilai Rp.1.000.000 perorang dan kami izinkan para pengelola untuk mengelolanya”. Dan cukup juga dengan sindiran yang mengisyaratkan demikian.

ويشترط فيها لفظ يدل على الإذن في التصرف فلو اقتصرا على "اشتركنا" لم يكف في الأصح. انظر "منهاج الطالبين و عمدة المفتين" ( ).

( ويشترط فيها ) أي شركة العنان صيغة وهي ( لفظ يدل على الإذن ) من كل منهما للآخر ( في التصرف ) لمن يتصرف من كل منهما أو من أحدهما ؛ لأن المال المشترك لا يجوز لأحد الشريكين التصرف فيه إلا بإذن صاحبه، ولا يعرف الإذن إلا بصيغة تدل عليه. انظر "مغني المحتاج إلى معرفة ألفاظ المنهاج" ( ).

قوله : ( وصيغة ) المراد بها مجموع قوله : اشتركنا وأذنا في التصرف ؛ لأجل حصول الشركة المفيدة للتصرف، وليس المراد بها قوله اشتركنا فقط ؛ لأنه لا يترتب على هذا جواز التصرف. انظر "حاشية البجيرمي على الخطيب" (3/448).

وجماع القول في شركة العنان هو أن يخرج كل واحد منهما مالاً من جنس مال الآخر، وعلى صفته ويخلطا المالين، ولا خلاف في صحة هذه الشركة لسلامتها من سائر أنواع الغرر، ويشترط فيها لفظ صريح من كل للآخر يدل على الإذن للمتصرف من كل منهما أو من أحدهما، أو كنايه تشعر بذلك وكاللفظ الكتابة وإشارة الأخرس المفهمة فلو أذن أحدهما فقط تصرف المأذون في الكل والآذن في نصيبه خاصة، فإن شرط عدم تصرفه في نصيبه لم تصح. تكملة المجموع شرح المهذب (14/31).

Senin, 07 November 2011

Hukum jual beli pulsa

Termasuk akad apa jual beli pulsa ?
Jika akad tersebut dgn membeli voucher selembar kertas/kartu yang berisikan angka2 untuk di call/dimasukkan ke Nomor hp anda, maka membeli kertas tsb sah, karena bermanfa’at untuk nelpon dan sms dsb. Dan menjual manfaat sah2 saja. Dgn menerima Mahal (benda) manfa’at seperti kertas tsb.
Dan jika akad tersebut dgn memakai layanan elektrik, maka akan tersebut bernama “Ju’alah”, seolah-olahnya anda meminta kepada penjual pulsa “jadikan nomor hp ku ini bermanfa’at dapat menelpon dan sms dsb”. Maka ia menerima tawaran tsb. Dan melaksanakannya sampai pulsa itu berpindah kepada pembeli.
Sama hal nya ketika anda berkata “wahai Zaid jika engkau mampu mengembalikan budakku, maka engkau kuberi hadiah sekian”.
Dan itu sesuai dgn yang disyaratkan Fuqoha klasik : bahwa pekerjaan dalam Ju’alah harus mempunyai Kulfah atau usaha yang berarti (tidak semata-mata seperti menghapus air mata). Sebagaimana Sahabat Nabi Saw. Yang memberikan ruqyah al-fatihah kepada seorang kepala suku yang sedang sakit, sampai ia sembuh, kemudian mereka mendapat hadiah segerombolan kambing dari kepala suku tsb. dan itu adalah asas/dalil dari hukum Ju’alah. Wallahu’alam…

Minggu, 06 November 2011

Zakat nenek kepada cucunya

Apa hukum Zakat seorang nenek kepada cucunya sendiri ?

Boleh selama ia tidak menafkahi anak/cucu nya tsb. Dan mereka telah balig ber’akal
Dalam Bugyah karangan Hb. Abdurrahman Al Masyhur dijelaskan bahwa seorang bapak boleh memberikan kepada anak atau cucunya yang mukallaf, jika mereka bukan dalam/termasuk tanggungan ayah/kakek tsb. Seperti itu pula jika Zakat tsb menyempurnakan nafkah yang tidak cukup dari orang tuanya, bahkan seorang istri boleh menerima zakat dari suami nya krn ia tidak mampu memberi nafkah setiap harinya. Bab “Qism Shadaqat”.

Selasa, 22 Desember 2009

Dapat ga raka'atnya

Seorang makmum yng datang terlambat & mendapat raka'at bersama imam, ketika ia takbir (disyaratkan berdiri tegak ketika takbiratul ihram) lalu ruku', harus mendapatkan tuma'ninah (berhenti sejenak) bersama imam. Jika ia tdk mendapatkannya, seperti bahwa imam sudah beqdiri i'tidal sekalipun imam tdk mengucapkan takbir, maka ia harus menambah raka'at yng belum ia dapat... Jawaban pertanyaan yng datang dari pelajar P.P. Darussalam Martapura.